23 August 2007

Milan Sign Emerson Deal.

Yang ini bukan cuma gosip. Situs resmi milan (www.acmilan.com) telah mengkonfirmasi pembelian gelandang asal Brazil tersebut dari Real Madrid , Selasa 21 Agustus 2007.

Kabar bahwa AC MILAN akan memboyong Emerson dari Real Madrid telah tersebar beberapa minggu terakhir ini, namun baru pada hari Selasa yang lalu Adriano Galliani memastikan bahwa Emerson sudah resmi sebagai bagian dari squad Rossoneri. Gelandang berusia 31 tahun asal Brazil ini memang sudah tidak kerasan berada di Real Madrid setelah klub tersebut mendepak Fabio Cappello, pelatih yang telah meraih scudetto bersamanya di AS Roma dan Juventus serta juara liga di Spanyol bersama Real Madrid. Kabarnya Milan berhasil menggaet Emerson dengan nilai transfer sebesar 3,4 juta poundsterling.

Emerson sendiri merupakan pemain Brazil ke 8 yang dimiliki oleh Milan. Bertemu dengan rekan-rekan senegaranya di Milan juga menjadi dasar pertimbangan Emerson untuk bergabung dengan klub yang sudah 7 kali menjuarai liga champions ini. Selama di Real Madrid, Emerson merasa tertekan karena tuntutan suporter Madrid yang menganggapnya tidak tampil maksimal walaupun Ia sudah menyumbangkan gelar juara untuk klub tersebut.

"Saya menginginkan untuk meninggalkan Madrid dan bergabung dengan klub terbaik di dunia. Sekarang saya merasa seperti dilahirkan kembali." Komentar Emerson setelah memastikan dirinya bergabung dengan AC MILAN. Milan sendiri sangat serius dalam mendatangkan Emerson ke San Siro. " Jika Emerson tidak bisa didatangkan (ke Milan) maka kami tidak akan membeli siapapun (sebagai penggantinya)." Ungkap Adriano Galliani sebelum transaksi ini terjadi.

Selain Emerson, Milan dikabarkan juga mengincar Thiago Motta dari Barcelona, namun Galliani mengakui bahwa Motta memang tadinya adalah sebuah pilihan namun seiring dengan keinginan kuat dari Carletto (Carlo Ancelloti - Pelatih Milan) untuk mendatangkan Emerson maka fokus transfer sepenuhnya di arahkan ke pemain Brazil tersebut. Ancelloti sendiri dikabarkan sangat mengagumi Emerson dikarenakan karena adanya kemiripan gaya permainan dengan dirinya sewaktu masih menjadi pemain.

Mengingat backup untuk pemain belakang yang masih kurang maka patut ditanyakan apakah Emerson menjadi pembelian terakhir Milan musim ini ?

Baca Selengkapnya...

10 August 2007

Batal "Benahi Jakarta"

Walaupun belum ada hasil resmi dari KPUD namun pemenang Pilkada DKI 2007 sudah hampir dapat dipastikan. Berdasarkan hasil quick count yang dilakukan oleh berbagai lembaga independent, Fauzi Bowo dan Prijanto dinyatakan berhasil meraih mayoritas suara pemilih dengan persentase sekitar 57%-59 %.

Reaksi masyarakat Jakarta terhadap hasil ini tidak terlalu berlebihan. Yang merasa kecewa ya hanya sekedar kecewa dan yang merasa senang ya hanya sekedar senang. Sikap legowo juga ditunjukkan oleh Adang Daradjatun, Dani Anwar beserta partainya PKS yang dapat menerima hasil Pilkada kali ini tanpa banyak mencari-cari kesalahan-kesalahan dalam penyelenggaraan Pilkada DKI yang mungkin saja memang terjadi dan merugikan kubu mereka. Kubu Fauzi-Prijanto pun membalas ucapan selamat tersebut dengan menyebut bahwa Adang Daradjatun dan PKS telah menunjukkan sikap Ksatria. Mereka mengharapkan dapat segera melakukan silahturahmi dengan berkunjung ke kubu Adang & PKS. Ada apa di balik semua itu...?

Kenyataan-kenyataan tersebut menunjukkan bahwa bangsa ini (DKI Jakarta khususnya) telah cukup mampu bersikap dewasa dalam berpolitik. Salut buat PKS yang mampu memegang kendali terhadap pendukung-pendukungnya untuk tidak berbuat anarkis akibat kekalahan "menyakitkan" yang diderita partainya pada Pilkada kali ini. Setidaknya mereka dapat menyampaikan pesan positif kepada rakyat Indonesia bahwa menerima kekalahan dan kegagalan bukanlah sesuatu yang hina malah semakin menunjukkan kebesaran jiwa. Ini jelas suatu pelajaran yang sangat baik bagi rakyat Indonesia setelah beberapa waktu yang lalu kita disuguhi drama pengungkapan aib (entah benar apa tidak) tokoh nomor satu di negeri ini yang dilakukan oleh seseorang yang tidak puas akibat harus dicopot dari jabatannya sebagai wakil ketua salah satu lembaga tinggi di negeri ini.

Pesan untuk Adang & PKS.

Kebesaran jiwa memang modal yang utama bagi seorang pemimpin, namun kebesaran jiwa tidak seharusnya mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran. Semua mata anak negeri menyaksikan ada kejanggalan-kejanggalan dalam Pilkada DKI Jakarta yang pertama kali diselenggarakan ini. Dimulai dari bergabungnya partai-partai besar dan gurem yang bersepakat hanya mendukung satu pasangan calon, gagalnya proses legalisasi calon Independen, suara-suara pemilih yang luput dari pendaftaran Pilkada, sampai dicopotnya ketua Panwasda, Suhartono, oleh DPRD DKI Jakarta yang "kebetulan" dikuasai oleh koalisi partai non PKS tepat dua hari sebelum pemilihan berlangsung dan digantikan oleh Mukti Ali yang kabarnya telah gagal dalam tahapan seleksi Panwas (sumber Detik.com -- baca disini ).

Harus diakui, sikap PKS sudah cukup benar dengan menerima kekalahan, namun sikap tersebut dirasakan belum sepenuhnya tepat. Menerima kekalahan dan tidak melakukan upaya apapun yang berkaitan dengan penyelesaian-penyelasaian masalah yang semestinya dapat memberikan contoh yang buruk bagi anak bangsa. Terlebih lagi, Jakarta sering dijadikan acuan bagi provinsi-provinsi lain. Dalam hal ini PKS telah gagal dalam memberikan pelajaran terhadap anak bangsa. Seharusnya PKS tetap gigih mengungkap kebenaran dibalik kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dengan tetap berkomitmen bahwa apapun hasilnya tidak akan mempengaruhi legitimasi Fauzi Bowo sebagai Gubernur Jakarta terpilih. Akan lebih baik lagi jika PKS dapat memberikan solusi-solusi supaya hal-hal serupa (seluruhnya kecuali masalah koalisi besar2an partai yang memang merupakan hak partai sepenuhnya) tidak terulang di masa yang akan datang.

Mudah-mudahan sikap PKS yang santun ini bukan merupakan trik menuju Pemilu tahun 2009, karena belum-belum Presiden PKS, Tifatul Sembiring, telah menyatakan bahwa ia akan mengajukan nama Adang Daradjatun kepada dewan syura PKS sebagai calon presiden RI dari PKS pada pemilu tahun 2009. Mengambil pelajaran dari Pilkada ini, Triwisaksana, ketua umum DPW PKS DKI Jakarta juga mengisyaratkan bahwa untuk langkah ke depan PKS tidak bisa jalan sendirian dan harus berkoalisi dengan partai lain. Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa PKS berkeinginan untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pemilu 2009 dengan memiliki calon sendiri dan tidak ingin untuk mencari masalah karena dianggap akan dapat merugikan langkahnya dalam melakukan rekonsiliasi dengan parpol-parpol lain. Atau dengan kata lain sekarang PKS sedang mencari muka. Apa demi ambisi ini PKS rela mengobarkan prinsip-prinsip kebenaran dan Keadilan ? Lalu siapa sekarang yang akan membantu dan mendukung Suhartono yang sedang mem-PTUN-kan DPRD DKI ?

Pesan untuk bang Foke & Koalisi Parpol Non PKS.

Dilihat dari pengalaman di pemda DKI, maka dibanding Adang Daradjatun, Fauzi Bowo memang lebih pantas menduduki kursi nomor satu di pemerintahan daerah DKI Jakarta. Hanya saja, pemilihan kepala daerah tidak lagi didasarkan atas jenjang karir akan tetapi melalui pemilihan suara. Rakyat lah yang menentukan siapa yang pantas memimpin. Dalam hal ini pun sudah terbukti bahwa suara rakyat (yang katanya juga adalah suara Tuhan) memilih Fauzi Bowo sebagai pemimpinnya. Apa yang mendasari pilihan penduduk Jakarta ini..?

Sebagian besar masyarakat kita pada dasarnya dari jaman dahulu kala adalah masyarakat anti perubahan. Pro status quo. Dibutuhkan lebih dari 350 tahun untuk membuat kita sadar bahwa seharusnya kita tidak hidup di bawah kaki bangsa lain. Paham feodalisme dan anti perubahan adalah tantangan awal yang harus dihadapi oleh The Founding Fathers of Our Nation yang melawan kebodohan-kebodohan ini melalui pendidikan dan menjadikannya sebagai titik awal perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Setelah merdeka puluhan tahun kemudian, kita tersentak bahwa ternyata setelah merdeka, bangsa ini telah kembali ke prinsip-prinsip feodal dengan hanya menggantungkan masa depannya pada satu orang. Ketika orang itu menjadi arogan dan lupa daratan dan pada puncaknya mengangkat diri sendiri menjadi presiden seumur hidup rakyat baru berteriak walau semuanya mungkin sudah terlambat. 32 tahun setelahnya, setelah bangsa ini berhasil menentukan pilihannya yang baru kita kembali tersentak dan sadar bahwa pilhan kita itu ternyata salah karena telah membawa kita kembali untuk kesekian kalinya berada pada masa-masa kegelapan. Kita ini bangsa yang pelupa sekaligus bangsa yang tidak pernah belajar karena kita harus membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dapat mengoreksi kesalahan-kesalahan kita sendiri. Pertanyaannya sekarang adalah, dibutuhkan berapa puluh tahun lagi agar kita sadar bahwa arah perjalanan bangsa ini telah membawa kita kembali ke masa-masa kelam ?


Entah karena alasan apa bang Foke pada akhirnya dipilih oleh rakyat menjadi gubernur DKI. Namun yang jelas, kondisi Jakarta sekarang tidak mencerminkan kondisi kota yang ideal bagi penduduknya. Keterlibatan Fauzi Bowo dalam berbagai proses perencanaan pembangunan DKI yang oleh sebagian orang disebut pembangunan yang salah arah justru tidak dijadikan bahan pertimbangan oleh penduduk Jakarta dalam memilih pemimpinnya. Koalisi besar2an yang digalang oleh partai-partai politik juga tidak dilihat sebagai feodalisme bentuk baru akan tetapi malah dilihat sebagai bentuk legitimasi atas kemampuan sang calon dalam memimpin. Gabungan potret lusuh dan semrawutnya Jakarta digabung dengan slogan kampanye "Serahkan Pada Ahlinya" yang diusung oleh calon yang ikut bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Jakarta malah menjadi modal untuk dapat menduduki kursi nomor 1 di Ibukota negara kita ini. Pesan-pesan yang tidak konsisten seperti "Jakarta untuk Semua" dan "Kapan Lagi Jakarta di pimpin ama orang Betawi" tidak dilihat sebagai suatu sikap yang tidak tegas. Padahal, jika ingin memilih orang Betawi, Dani Anwar jelas lebih "Betawi" dibanding Fauzi Bowo. Alasan memilih Fauzi Bowo karena calon lain yaitu Adang Daradjatun juga belum tentu mampu memperbaiki Jakarta adalah alasan yang dibuat-buat. Bukankah lebih baik memilih calon yang "belum tentu mampu" dibanding memilih yang "sudah pasti tidak mampu" ? Ingat !!! Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya dan jelas kita bukan bangsa keledai.


Pilihan sudah dijatuhkan dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Fauzi Bowo adalah pimpinan yang sah dan itu sudah pasti. Percuma menggugat dan mempermasalahkan proses pemilihannya. Namun, Fauzi Bowo harus segera instropeksi. Ia harus berani mengoreksi keputusan-keputusan salah yang dibuat oleh pendahulunya. Jakarta harus berubah !!! dan sekarang hanya di pundak Fauzi Bowo lah harapan itu dapat kita titipkan.
Jangan langsung melanjutkan program-program terdahulu. Tinjau ulang kembali perencanaan pembangunan Jakarta.Lupakan hutang budi pada koalisi partai non PKS. Ingat hutang budi pada penduduk Jakarta.

Partai-partai politik juga harus mengubah sikap haus kekuasaannya. Terutama untuk 2 partai besar yang jauh-jauh hari diduga akan membentuk koalisi baru dalam rangka menyambut pemilu 2009. P
artai-partai menengah dan gurem harus dapat menentukan sikap sendiri tanpa harus tergantung pada partai besar. Masyarakat Indonesia juga harus belajar dari Pilkada DKI ini. Hati-hati terhadap koalisi partai yang mungkin akan membawa kita kembali ke masa-masa feodalisme.

Baca Selengkapnya...

06 August 2007

Lewis Hamilton, The Next Legend of Formula One ?

Setelah dicurangi rekan setimnya, Fernando Alonso, saat kualifikasi GP Hungaria akhirnya Lewis Hamilton berhasil membuktikan kematangannya dengan menempati urutan pertama di GP Hungaria, Minggu, 5 Agustus 2007 kemarin.


Musim ini memang musim yang membanggakan sekaligus memusingkan buat McLaren-Mercedez. Membanggakan karena dua pembalap andalannya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso bercokol di peringkat 1 dan 2 klasemen sementara, dan menyedihkan akibat 1). Terungkapnya kasus dokumen rahasia Ferrari yang kabarnya sempat dilihat oleh beberapa pejabat teras McLaren-Mercedez. 2). Persaingan internal antar kedua pembalap andalannya yang sudah menjurus ke arah tidak sehat.

Kasus pertama benar-benar menjadi tekanan bagi seluruh official tim McLaren-Mercedez. Prestasi kedua pembalap mereka terancam tidak akan berarti apapun apabila pihak McLaren terbukti bersalah. Mengenai kasus persaingan diantara kedua pembalap mereka, McLaren benar-benar harus mencari solusinya sesegara mungkin mengingat kejayaan McLaren pada musim ini benar-benar berada di tangan kedua orang ini.

Mungkin pada awalnya tidak ada yang menduga bahwa Lewis Hamilton (yang di situs resmi McLaren-Mercedez disebut mengendarai mobil no 2 yang artinya Ia hanyalah pembalap no 2 di tim McLaren-Mercedez setelah Fernando Alonso) dapat menyaingi si pembalap utama bahkan mampu memimpin klasemen sementara kompetisi F-1 session ini.

Prestasi Hamilton yang diluar dugaan ini, benar memberikan tekanan tambahan buat Fernando Alonso di luar kemungkinan terancamnya gelar McLaren akan dicopot bila berhasil menjuarai session ini. Sementara rekan se-tim yang diharapkan mampu memuluskan rencananya menjadi kampiun F-1 justru malah menyainginya dan hanya membuatnya cukup puas berada di posisi 2 di klasemen sementara. Tekanan besar ini membuat Alonso rela berbuat curang saat kualifikasi GP Hungaria, dengan sengaja menghambat Hamilton yang masuk ke pit stop setelahnya. Untungnya, panitia penyelenggara F-1 bertindak tegas dan menghukum Alonso dan McLaren sekaligus akibat peristiwa ini. Alonso yang merebut pole position pada kualifikasi tersebut dihukum dan harus menempati urutan start ke 6 sementara Hamilton yang sebelumnya berada di posisi start ke 2 di tempatkan di posisi start pertama. McLaren sendiri dikenai sanksi tidak akan mendapatkan poin constructor terlepas dari hasil yang diraih oleh kedua pembalapnya di GP Hungaria.

Untuk Hamilton sendiri, tekanan-tekanan tersebut (ditambah dengan isu yang menyatakan kalau Ia tidak akan berbuat banyak jika dokumen rahasia Ferrari tidak terbongkar) tampaknya sama sekali tidak berpengaruh pada performanya. Dengan bermodalkan ambisi yang besar, kontrol diri yang luar biasa serta kemampuan untuk fokus yang diatas rata-rata membuat Lewis Hamilton berhasil menempatkan dirinya sebagai juara di GP Hungaria sekaligus melesat meninggalkan saingan terdekatnya yang juga rekan se-timnya Fernando Alonso dengan selisih 10 angka.

Sebagai seorang pendatang baru di dunia balap paling bergensi di dunia, Lewis Hamilton telah menorehkan catatan sendiri. Ia tercatat sebagai pembalap pertama dalam 57 tahun penyelenggaraan Formula 1 yang berhasil naik podium 3 kali berturut-turut dalam 3 balapan pertamanya. Untuk pembalap baru di Formula 1 dan baru berusia 22 tahun ini adalah suatu catatan yang fenomenal. Para pengamat Formula 1 bahkan memprediksi bahwa legenda balap baru telah hadir.

Keberpihakan McLaren
Pihak McLaren sendiri tampaknya lebih menomor-satukan Fernando Alonso ketimbang Lewis Hamilton, mungkin hal ini terkait dengan janji pribadi Ron Dennis Bos tim McLaren saat merekrut Alonso dari Renault setelah Ia berhasil menjadi juara dunia 2 kali disana. Namun kebijakan McLaren ini tampaknya harus berubah seiring dengan rentetan prestasi demi prestasi yang di raih oleh pembalap nomor duanya, Lewis Hamilton. Akibat keberpihakan ini, dikabarkan Hamilton sempat marah besar di GP Monaco saat diminta untuk mengurangi laju kendaraannya untuk memberikan kesempatan pada Fernando Alonso memimpin balapan. Hamilton sempat menolak mengalah dan berkata kasar pada race engineer-nya Phil Prew. Namun akhirnya, Hamilton tak kuasa menolak setelah Bos tim Ron Dennis turun tangan dan berbicara langsung dengannya melalui radio mobil.

McLaren harus hati-hati mengenai keberpihakannya yang berlebihan terhadap Alonso ini. Lewis Hamilton mungkin adalah legenda McLaren berikutnya setelah Ayrton Sena. Percuma menahan talenta yang luar biasa ini demi mempertahankan Alonso sebagai juara dunia. Langkah yang paling bijak adalah membiarkan kedua pembalap saling bersaing, karena jika Alonso memang layak menjadi juara dunia maka harusnya Ia mampu mengatasi tekanan dari sang junior, Hamilton. Kerugian pertama sudah dirasakan McLaren di GP Hungaria kemarin. Posisi Hamilton di urutan pertama dan Alonso di urutan keempat dapat menambah point constructor McLaren sebesar 15 point dari 138 menjadi 153. Harusnya tambahan point tersebut cukup untuk semakin meninggalkan Ferrari yang pada GP Hungaria kemarin mampu menambah 8 point menjadi 119. Namun karena ada sanksi akibat perbuatan curang Alonso terhadap rekan se-timnya tersebut maka McLaren harus puas untuk tidak mendapatkan tambahan point apapun.

Jika Hamilton dapat mempertahankan konsistensinya, maka session balap Formula 1 tahun ini sudah dapat dipastikan berada dalam genggamannya.

4ndj4r

Baca Selengkapnya...

Pato Sign Milan Deal.

Bukan Ronaldinho, Samuel Eto'o, Didier Drogba, Andriy Shevchencko, David Suazo (yang akhirnya malah ke Inter Milan), atau Julio Baptista yang datang ke markas besar Milan. Justru yang muncul adalah nama Alexander Pato, youngster dari timnas Brazil U-20. Apa yang membuat Milan rela mengeluarkan uang sampai 22 millions euros (sekitar USD 30.1 millions) untuk pemain yang belum genap berumur 18 tahun ini?

Kinerja tim transfer Milan musim ini memang sangat mengecewakan. Ditambah dengan gembar-gembor Adriano Galliani yang menyebut nama-nama tenar macam Ronaldinho, Samuel Eto'o, Didier Drogba dan Andriy Shevchenko sebagai target transfer Milan musim ini.

Setelah tidak ada harapan untuk menggaet nama-nama tersebut diatas, target pun lalu dialihkan ke pemain-pemain kualitas kelas 2, seperti David Suazo dan Julio Baptista. Khusus untuk David Suazo, Galliani bahkan sempat bikin pernyataan bahwa sudah ada kata sepakat antara Cagliari dan Milan mengenai transfer Suazo. Kontan pernyataan ini membuat Massimo Moratti, Presiden Inter Milan, bak kebakaran jenggot, pasalnya Ia merasa sudah ada persetujuan awal antara pihak Inter Milan dengan David Suazo, sang pemain. Bahkan Galliani dan Moratti pun sempat berseteru di media massa. Hasilnya, David Suazo pun mendarat di Inter Milan. Satu lagi kekalahan Milan dari Inter dalam hal perebutan pemain, setelah musim lalu, Zlatan Ibrahimovic, berhasil di gaet Inter dari incaran Milan.

Lalu siapa Alexandre Pato..? Kiprah Alexandre Pato di piala dunia junior menjadi buah bibir di kalangan media Brazil setelah Ia memperkuat Timnas U-20 Brazil di Piala Dunia Junior di Kanada bulan lalu. Dalam kejuaraan ini, Pato menjadi top scorer untuk timnas U-20 Brazil dengan mencetak 5 gol (top scorer kejuaraan ini adalah Sergio Aguero dari Sang Juara Argentina yang mencetak 6 gol sekaligus meraih penghargaan sebagai pemain terbaik). Sebelum bergabung dengan Milan, Pato yang memiliki nama asli Alexandre Rodrigues da Silva ini bergabung dengan klub lokal Brazil, Internacional, pada umur 11 tahun. Nama Pato sendiri diambil dari nama tempat kelahirannya Pato Branca, Parana, Brazil oleh karena itu Ia dijuluki Alex the Duck (Pato Branca berarti White Ducks). Debut Alex di Internacional terjadi pada tanggal 26 November 2006 kala Internacional membantai Palmeiras dengan skor 4-1. Alex memberikan 3 assist dan sebuah gol pada pertandingan tersebut.

Milan sendiri memberikan konfirmasi transfer pembelian Alex pada tanggal 2 Agustus 2007 kemarin. ESPN memperkirakan nilai transfernya mencapai 22 juta euros (sekitar 30,1 juta dollar). Jika Milan menolak permintaan Real Madrid sebesar 20 juta euros untuk Julio Baptista dan memilih membeli Alex dengan nilai 22 juta euros, maka tentunya pemain ini benar-benar dinilai luar biasa oleh official Milan. Sebenarnya kualitas Alex dapat dilihat dari daftar klub-klub papan atas Eropa yang memburunya. selain Milan ada Benfica, Real Madrid, Inter Milan dan Chelsea yang juga bernafsu mendatangkan pemain kelahiran 2 September 1989 ini.Beruntung buat Milan karena memiliki Leonardo sebagai salah seorang direktur klub, kedatangan Leonardo ke Brazil untuk langsung bertemu dengan Alex berhasil memuluskan rencana pembelian ini.

Berdasarkan peraturan, maka Alexandre Pato baru boleh dimainkan setelah Ia genap berumur 18 tahun sehingga AC Milan baru dapat menurunkan Alex pada pertandingan resmi setelah bulan September 2007. Kita tunggu saja aksi Alex yang oleh media Brazil disebut-sebut sebagai calon pengganti Kaka dan Ronaldinho.

Berikut aksi-aksi spektakuler Alexandre Pato:


Baca Selengkapnya...

03 August 2007

Keith Richards, His Story has Put Another Millions of Dollar into his Pocket.

Keith Richards, lead guitarist dan salah satu pendiri grup rock super legend Rolling Stones menandatangani pembuatan buku otobiografi-nya yang akan dirilis musim gugur 2010. Berapa Keith dibayar untuk ini ?

Pembuatan buku otobiografi Keith Richards telah menarik minat banyak penerbit-penerbit terkenal, bahkan sempat terjadi perang harga penawaran dari penerbit-penerbit tersebut. Sampai dengan tanggal 24 Juli 2007, penawaran harga sudah mencapai angka 7,1 Juta dollar (US) banyak pihak yang memprediksi bahwa nilai kontraknya akan mencapai nilai kontrak pembuatan buku otobiografi Bill Clinton pada tahun 2001, yaitu kira-kira sebesar 10 sampai 12 juta dollar. Namun akhirnya, pada tanggal 1 Agustus 2007 Keith Richards menandatangani kontrak pembuatan otobiografi dengan perusahaan penerbit Little, Brown and Co dari New York senilai 8,2 Juta dollar. Ini adalah nilai yang sangat fantastis untuk ukuran sebuah buku yang berlatarkan musik terlebih lagi Rolling Stones sendiri sudah merilis banyak buku perjalanan karier mereka yang pastinya juga memasukkan cerita tentang Keith Richards. Sebagai perbandingan, Eric Clapton gitaris blues yang legend banget itu aja "cuma" dibayar 5 juta dollar untuk pembuatan otobiografinya.

The "Bad Boy" of Rock 'n Roll.
Antusiasme para penerbit tenar dalam menerbitkan kisah tentang Keith Richards tentunya tak terlepas dari cerita-cerita dan kejadian-kejadian di luar kebiasaan yang pernah diberitakan dilakukan oleh Keith. Seperti yang telah diketahui oleh kebanyakan orang, semenjak meniti karier musiknya bersama Rolling Stones, ia sudah dikenal sebagai pecandu berat narkotik. Akibat kecanduan nya itu, Keith Richards sering diberitakan melakukan kegiatan-kegiatan yang "nyleneh" seperti buang air kecil di asbak pesawat (namanya juga lagi teler ampe kagak bisa bedain asbak ama kloset), over dosis sampai diberitain tewas, dan terakhir yang paling gress adalah pengakuannya menghirup kokain dicampur ama abu kremasi dari jasad mendiang ayah nya sendiri, Bert Richards (belakangan dia membantah hal ini).

Keith dilahirkan sebagai anak tunggal. Perkenalannya pertama pada musik adalah pada saat ibunya Dorris Dupree memberikannya hadiah sebuah gitar pada ulang tahunnya yang ke-15. Keith kemudian belajar bermain gitar dibawah bimbingan kakeknya Gus Dupree. Dorris sendiri juga mempengaruhi musik Keith dengan memperkenalkan lagu-lagu Billie Holiday, Louis Armstrong dan Duke Ellinton kepada anak tunggalnya itu.

Setelah lulus sekolah, Keith kemudian memutuskan untuk berkuliah di Sidcup Art College. Pada masa-masa kuliah, Keith lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gitar. Bosan dengan kuliahnya, Richards kemudian pindah ke apartemen bersama dengan rekannya Mick Jagger dan Brian Stones yang juga merupakan pendiri Rolling Stones. Disinilah masa-masa dimana Richards kecanduan dengan obat-obatan terlarang.

The Legend of Rock & Roll.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kiprah Keith Richards bersama dengan Mick Jagger di bawah bendera Rolling Stones telah menjadi legenda dalam jagad Rock & Roll. Duet Jagger/Richards merupakan salah satu duo terkemuka dalam sejarah musik rock dunia selain duo Lennon/McCartney (The Beatles), Mercury/May (Queen), Page/Plant (Led Zeppelin), Gillan/Blackmore (Deep Purple) dan Tyler/Perry (Aerosmith). Bersama dengan duo-duo terkemuka tersebut, Rolling Stones telah memberikan warna tersendiri pada aliran-aliran musik rock yang berkembang sekarang ini. Pengaruh musik Rolling Stones sangat luas, bahkan sampai mempengaruhi "The Real Genius" dari super band Guns 'n Roses, Izzy Stradlin. Gaya permainan gitar Izzy maupun aksi panggungnya sangat terlihat di pengaruhi oleh Keith Richards. Di Indonesia, pengaruh Rolling Stones sangat kental terlihat pada awal-awal berdirinya band musik Slank.

Ternyata pengaruh Richards tidak berhenti sampai disitu. Kenal dengan Capt. Jack Sparrow? Karakter kepala bajak laut yang konyol dalam film Pirates of The Caribbean itu (diperankan oleh Johny Deep) kabarnya meniru karakter dari sang legenda, Keith Richards.

Dengan pengaruh sedemikian besarnya, maka tak heran kalau buku Keith Richards ini dikejar-kejar oleh penerbit-penerbit besar.

Hanya saja ada beberapa kekhawatiran dari beberapa pihak yang berpendapat bahwa Richards tidak akan ingat detail lengkap dari perjalanan hidupnya mengingat ia adalah seorang pecandu berat dan umurnya yang sudah tua (Richards lahir pada 18 Desember 1943 -- hampir 64 tahun yang lalu). Namun pendapat ini dibantah karena dalam penulisannya nanti, Keith Richards akan dibantu oleh teman lamanya, James Fox, seorang penulis non-fiksi.

Keith Richards bukan orang pertama di Rolling Stones yang berniat menulis buku otobiografi. Mick Jagger dan mantan pemain bass Rolling Stones, Bill Wyman, pernah melakukan hal serupa namun berhenti di tengah jalan karena bosan. Melihat karakter Richards, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak kedua temannya itu.

4ndj4r

Baca Selengkapnya...